Kamis, 27 Oktober 2011

skripsi PAI Signifikansi penggunaan metode tanya jawab dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran pendidikan agama Islam di MAN


BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang Masalah
Salah satu faktor yang diyakini oleh masyarakat dalam kelangsungan hidup manusia adalah pendidikan. Pendidikanlah yang mampu menstimulus perubahasan sosial kearah terbentuknya suatu kondisi masyarakat yang dicita-citakan. Asumsi bahwa untuk mencapai kemajuan peradaban maka salah satu alternatif faktor pendidikan. Hal ini disebabkan masalah pendidikan adalah merupakan masalah yang sangat penting dalam kehidupan, bukan saja sangat penting, bahkan masalah pendidikan itu sama sekali tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Baik dalam kehidupan keluarga, maupun dalam kehidupan bangsa dan negara. Maju mundurnya suatu bangsa sebagian besar ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan negara itu.
Setiap kegiatan apapun bentuk dan jenisnya, sadar atau tidak sadar, selalu diharapkan kepada tujuan yang ingin dicapai. Bagaimanapun segala sesuatu atau usaha yang tidak mempunyai tujuan tidak akan mempunyai arti apa-apa. Dengan demikian, tujuan merupakan faktor yang sangat menentukan.
1
 
Pendidikan sebagai bentuk kegiatan manusia dalam kehidupannya juga menempatkan tujuan sebagai sesuatu yang hendak dicapai, baik tujuan yang dirumuskan itu bersifat abstrak sampai pada rumusan-rumusan yang dibentuk secara khusus untuk memudahkan pencapaian tujuan yang lebih tinggi. Begitu juga dikarenakan pendidikan merupakan bimbingan terhadap perkembangan manusia menuju kearah cita-cita tertentu, maka yang merupakan masalah pokok  bagi pendidikan ialah arah tujuan yang ingin dicapai.[1]
Cita-cita atau tujuan harus dinyatakan secara jelas, sehingga semua pelaksanaan  dan sasaran pendidikan memahami atau mengetahui suatu proses kegiatan seperti pendidikan, bila tidak mempunyai tujuan yang jelas untuk dicapai, maka prosesnya akan mengabur oleh karena tujuan tersebut tidak mungkin dapat dicapai secara sekaligus, maka perlu dibuat secara bertahap.[2]
Adapun rumusan tujuan kali ini lebih difokuskan pada tujuan instruksional. Yang mana tujuan ini merupakan pengkhususan dari tujuan kurikuler, dan dibedakan menjadi tujuan intruksional umum (TIU) dan khusus (TIK). Tujuan intruksional umum merupakan rumusan yang berisi kualifikasi sebagai pernyataan hasil belajar yang diharapkan dimiliki siswa setelah mengikuti pelajaran dalam kelompok bahasan tertentu, namun belum dirumuskan secara khusus dalam perubahan tingkah laku siswa, yang mudah diamati dan tidak menimbulkan banyak interpretsi.
Sementara tujuan intruksional khusus merupakan penjabaran lebih lanjut dari tujuan intruksional umum (TIU), berisi kualifikasi yang diharapkan dimiliki oleh siswa setelah mengikuti pelajaran dalam sub pokok bahasan tertentu. Tujuan intruksional khusus dirumuskan dengan menggunakan istilah yang operasional, dari sudut produk belajar dan tingkah laku siswa dinyatakan dalam rumusan yang sangat khusus, sehingga hal tersebut mudah dinilai, dan tidak menimbulkan salah penafsiran.[3]
Untuk merealisasikan hal tersebut, maka guru harus menciptakan kegiatan yang efektif. Kegiatan belajar mengajar akan berjalan dengan efektif apabila seorang guru mampu menggunakan metode mengajar yang tepat. Hal tersebut disebabkan metode mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar. Kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki siswa, akan ditemukan oleh kerelevansian penggunaan suatu metode yang sesuai dengan tujuan. Itu berarti tujuan pembelajaran akan dapat dicapai dengan penggunaan metode yang tepat, sesuai dengan standar keberhasilan yang terpatri di dalam tujuan metode yang dipergunakan dalam kegiatan belajar mengajar yang bermacam-macam. Penggunaanya tergantung dari rumusan tujuan.[4] Peran guru dalam menentukan metode yang digunakan sangat menentukan tercapai tidaknya tujuan pengajaran. Karena bukan guru yang memaksakan siswa untuk mencapai tujuan, tetapi siswa sadar untuk mencapai tujuan.
Tanpa metode, suatu materi pendidikan tidak dapat berproses secara efektif dan efisien dalam kegiatan belajar mengajar menuju tujuan pengajaran. Oleh karena itu, metode merupakan garis-garis haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.[5]
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan berguna bagi diri manusia. Tidak seorangpun yang dilahirkan di dunia ini tiba-tiba langsung pandai dan trampil dan memecahkan masalah dalam kehidupannya. Tanpa melalui proses pendidikan. Untuk itulah pendidikan merupakan suatu sistem yang teratur dan mengembangkan misi yang cukup luas yaitu segala sesuatu yang bertalian dengan perkembangan fisik, keterampilan, pikiran, perasaan, kemampuan, sosial sampai kepada masalah kepercayaan atau keimanan.[6]
Dalam metode tanya jawab keterlibatan siswa tidak hanya sebatas pendengar, pencatat dan penampung ide-ide guru, tetapi lebih dari itu siswa terlibat langsung dalam meningkatkan kemampuan berpikir dan keaktifan belajar siswa. Pentingnya metode tanya jawab dalam pengembangan pendidikan agama Islam yaitu untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam karena metode ini bisa dijadikan suatu barometer dalam pengembangan pendidikan agama Islam baik dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik.[7]
Penggunaan metode tanya jawab mempunyai tujuan untuk menciptakan komunikasi langsung antara guru dan siswa sehingga tidak hanya terjadi komunikasi searah itu terlihat dengan adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru dan siswa atau bahkan siswa dengan siswa.
Selain itu, metode tanya jawab untuk menjadikan siswa memiliki pengertian atau pemahaman yang mendalam tentang sesuatu fakta yang mereka pelajari, yang mana hal ini merupakan stimulasi kognitif mereka yang mendorong kemampuan berpikir mereka.
Dengan demikian metode tanya jawab ini mendorong semua siswa untuk ikut berpartisipasi langsung dalam kegiatan belajar mengajar hal ini merupakan suatu kegiatan yang efektif. Di samping itu, penggunaan metode ini mempunyai maksud-maksud yang diperlukan untuk menyimpulkan atau mengikhtisarkan pelajaran atau apa yang dibaca, dengan dibantu tanya jawab akan tersusun jalan pikirannya sehingga mencapai perumusan yang baik dan tepat, hal tersebut merupakan ranah untuk afektif dan psikomotorik seorang siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
Metode tanya jawab merupakan metode pengajaran yang mempunyai tujuan ingin lebih meningkatkan kemampuan berpikir dan keaktifan belajar siswa. Sehingga dengan metode ini diharapkan dapat mencapai tujuan pengajaran. Hal ini disebabkan karena titik sentral yang harus dicapai oleh setiap kegiatan belajar tujuan pengajaran. Apapun yang termasuk perangkat program pengajaran dituntut mutlak untuk menunjang tercapainya tujuan.
Pendidikan agama Islam sangat penting dan harus dimengerti oleh semua umat manusia dalam rangka mewujudkan bangsa seutuhnya, sebagaimana tercantum dalam tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.[8]
Sebagaimana kita ketahui bahwa metode merupakan hal penting dalam kegiatan belajar mengajar karena itu siswa dapat mengerti apa yang dimaksud dan apa yang hendak dicapai oleh tujuan pengajaran. Dan kegiatan belajar mengajar sebagai proses yang tidak bisa lepas dari komponen-komponen yang lain.
            Dari hasil uraian tentang pentingnya metode dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pengajaran, maka menarik bagi peneliti untuk mengambil penelitian tentang metode tanya jawab dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, untuk itu peneliti mengambil judul “Signifikansi penggunaan metode tanya jawab dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran pendidikan agama Islam di MAN Jungcangcang Pamekasan


[1]Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan  (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2005), 10.
[2]Hasbullah, “Dasar” Loc-Cit.,
[3]Ibid,. 16-17.
[4]Syaiful Bahri Djamarah, et. al, Strategi Belajar Mengajar  (Jakarta: Renika cipta, 1995), 5.
[5]Ibid. 6.
[6]DEPAG RI, Kendali Mutu Pendidikan Agama Islam (Jakarta: DEPAG RI, 2003), 10.
[7]Soetomo, Dasar-dasar Interaksi Belajar Mengajar   (Surabaya: Usaha Nasional, 1993), 150.
[8]Undang-undang republik Indonesia No. 20 Tahaun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional  (Bandung: Citra umbara, 2003), 7.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar