Rabu, 26 Oktober 2011

PTK PAI PENERAPAN STRATEGI JIGSAW LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS VII A MTs


BAB I

PENDAHULUAN


A.     Latar Belakang Masalah

Pendidikan, menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989  tentang sistem pendidikan Nasional Bab 1, adalah usaha sadar yang dilakukan untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan agar peserta didik tersebut berperan dalam kehidupan masa depannya.
Dalam dunia pendidikan dan pengajaran modern terdapat cukup banyak strategi yang khusus dirancang untuk mengajar materi yang diinginkan  begitu juga metode, metode jauh lebih penting dari pada materi. Betapa urgennya metode dalam proses pendidikan dan pengajaran, sebuah proses belajar mengajar bisa dikatakan tidak berhasil apabila dalam proses tersebut tidak menggunakan metode. Karena metode, menempati posisi kedua terpenting setelah tujuan dari sederetan komponen pembelajaran: tujuan, metode, materi, media dan evaluasi.
Seorang guru perlu mengetahui sekaligus menguasai berbagai metode-metode dan strategi belajar mengajar yang digunakan di dalam kegiatan belajar mengajar. Mengingat posisi guru sangat signifikan di dalam pendidikan sebagai fasilitator dan pembimbing, maka guru memiliki tugas yang lebih berat tidak hanya memegang fungsi transfer pengetahuan akan tetapi lebih dari itu guru harus mampu memfasilitasi dalam menerpa dan mengembangkaan dirinya, apalagi pada saat sekarang orientasi pendidikan kita yang telah diubah oleh teacher centeret menjadi student centeret disertai dengan bimbingan intensif. Oleh karenanya guru dituntut untuk lebih kreatif, efektif, selektif, proaktif dalam mengakomodir kebutuhan siswa juga guru lebih peka terhadap karakter fisik maupun psikis siswa Sebagaimana diungkapkan oleh H. Muhammad Surya: dalam keseluruhan kegiatan pendidikan ditingkat operasional, guru merupakan penentu keberhasilan melalui kinerjanya pada tingkat operasional, guru merupakan penentu keberhasilan  melalui kinerjanya pada tingkat institusional, instruksional, dan eksperiensial.”1 Disinilah peran penting guru dalam pendidikan.
Setiap kegiatan belajar mengajar, apapun materinya selalu memiliki sasaran (target). Sasaran yang juga lazim disebut tujuan itu pada umumnya tertulis, akan tetapi juga sasaran yang tak tertulis dan dikenal dengan objektive in mind.
Sasaran yang dituju oleh PBM bersifat bertahap dan meliputi beberapa jenjang dari jenjang yang kongkret dan langsung dapat dilihat dan dirasakan sampai yang bersifat nasional dan universal. Ditinjau dari sudut waktu pencapaiannya, sasaran PBM dapat dikategorikan dalam tiga macam.2
1.      Sasaran-sasaran jangka pendek, seperti TPK (tujuan pembelajaran   khusus).
2.      Sasaran-sasaran jangka menengah, seperti tujuan pendidikan dasar, yakni untuk mempersiapkan siswa mengikuti pendidikan menengah.
3.      Sasaran jangka panjang, seperti tujuan pendidikan nasional.
Pembelajaran adalah suatu usaha mengorganisasi lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa. Tugas guru dalam rangka optimalisasi proses belajar adalah sebagai fasilitator yang mampu mengembangkan kemampuan anak, pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan sebuah pembelajaran apalagi dalam menentukan metode pembelajaran. Pendidik harus mempunyai berbagai macam kemampuan seperti: ilmu pengetahuan, ketrampilan mengelola program belajar-mengajar, mengelola kelas, penggunaan media, menguasai landasan pendidikan, interaksi belajar-mengajar, memberi motifasi siswa dan lain sebagainya.3
Setiap anak didik punya latar belakang yang berbeda, maka motifasi belajar masing-masing juga berbeda. Demikian juga akademik siswa di kelas ada yang rendah, sedang, tinggi. Maka seorang guru juga melakukan treatment yang berbeda pula, tentunya dengan penerapan metode yang tepat.
Salah satu metode pembelajaran yang melibatkan siswa aktif adalah metode aktive learning (pembelajaran aktif). Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secaara aktif. Dengan belajar aktif ini siswa diajak untuk turut serta dalam suatu proses pembelajaran, tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik, dengan cara ini siswa dapat menemukan cara yang menyenangkan sehingga belajar dapat dimaksimalkan.
Didalam pembelajaran aktif ada 101 strategi pembelajaran aktif salah satunya adalah Model Jigsaw Learning  atau sering disebut Jigsaw Learning. Metode ini memberikan kesempatan pada siswa untuk bekerja sama dalam kegiatan belajar di sekolah dan dapat meningkatkan motifasi serta kerja sama yang baik antar siswa .
Dalam kegiatan pembelajaran ini tidak semua metode dapat diterima oleh siswa oleh karena itu metode hendaknya menyesuaikan karakteristik dan kondisi siswa. Dalam proses pembelajaran Bahasa Arab di VIIA MTs Negeri Jabung Talun Blitar, tepatnya di kelas VIIA yang umumnya menggunakan metode lama yaitu hafalan dan ceramah. Siswa cenderung bosan dan fikiran meraka melayang kemana-mana karena kurang adanya konsentraasi ketika guru menerangkan, dan ada yang lebih parah lagi mereka dengan santai mengerjakan PR mata pelajaran selain Bahasa Arab.
 Pembelajaran dengan menggunakan tehnik jigsaw juga akan memotivasi dan aktif dalam proses belajar mengajar.4Dengan demikian peneliti menjadikan judul “PENERAPAN STRATEGI JIGSAW LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS VII A MTs NEGERI JABUNG TALUN BLITAR”

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas peneliti merumuskan sebagai berikut:
1.      Bagaimana penerapan Strategi Jigsaw Learning dalam pembelajaran Bahasa Arab siswa kelas VII A MTs Negeri Jabung Talun Blitar ?
2.     Apakah penerapan Strategi Jigsaw Learning dalam pembelajaran Bahasa Arab dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VII A MTs Negeri Jabung Talun Blitar ?

C.     Tujuan Penelitian

Sebagaimana yang ada dalam rumusan masalah maka penelitian bertujuan sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui secara jelas bagaimana penerapan Strategi Jigsaw Learning dalam pembelajaran Bahasa Arab.
  2. Untuk mengetahui apakah penerapan Strategi Jigsaw Learning dalam pembelajaran Bahasa Arab dapat meningkatkan pemahaman terhadap siswa.

D.    Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoritis yang diperoleh dari pengkaji pustaka. Menurut arti yang sebenarnya hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.5 Jika diterapkan Metode Jigsaw Learning di kelas VII A dapat melibatkan siswa aktif serta dapat meningkatkan pemahaman dan dapat memotivasi belajar siswa.

E.     Manfaat Penelitian

     Hasil penelitian tindakan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:

1.      Lembaga

Memberikan masukan pada sekolah berkaitan dengan penggunaan metode ini untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan sebuah metode dan kurikulum pengajaran yang lebih efektif dan efisien.

2.      Guru

Strategi ini diharapkan dapat membantu guru dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi Bahasa Arab kelas XI Bahasa MA Bahrul ‘Ulum TambakBeras Jombang.

3.      Siswa

Strategi Jigsaw Learning ini dapat menjadikan siswa berpengalaman belajar yang lebih efektif tidak merasa jenuh, ngantuk dan bosan. Jadi semua siswa bisa aktif serta memahami mata pelajaran yang diberikan. 

4.      Peneliti

Menjadikan peneliti berwawasan luas dalam memotivasi dan memberikan pemahaman anak didik, dan nantinya dapat sebagai pengalaman, latihan, dan pengembangan dalam pelaksanaan pembelajaran.


1 H. Muhammad surya, 2003, Percikan Perjuangan Guru, Semarang: aneka ilmu, hal: 223
2 Muhibbin Syah, 1995, Psikologi Pendidikan dengan Pendidikan Baru, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, hal: 238
3 Hisyam Zaini, dkk. 2004, Strategi Pembelajaran Aktif, Edisi Revisi, Yogyakarta: IAIN Sunan Kali Jaga, hal: 1
4 Ibid, hal: 2
5 Suharsimi Arikunto, 2002,  Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Edisi Revisi V, Jakarta: PT. Rineka Cipta, hal: 64

Tidak ada komentar:

Posting Komentar