Rabu, 26 Oktober 2011

PTK PAI PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING DALAM MENINGKATKAN KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII-A MTs NEGERI JABUNG TALUN BLITAR PADA MATERI AL-QUR’AN HADITS


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Dalarn rneningkatkan rnutu pendidikan yang sesuai cita-cita bangsa indonesia yakni rnewujudkan kesejah teraan umurn dan mencerdaskan kehidupan bargsa adalah sangat diharapkan pada lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia.
Untuk mencapai rnutu pendidikan yang benar-benar berkualitas maka diperlukan adanya metode belajar mengajar, dan belajar mengajar merupakan keseluruhan prosedur yang harus diternpuh oleh guru dan siswa, yang memungkink. dalam memberikan kesempatan kepada guru dan siswa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
Metode apa yang dipilih dan digunakan, pada hakckatnya bergantung pada kemampuan  guru sendri dengan ditandai oleb tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap pengalaman, serta bertalian dengan ruang lingkup proses belajar mengajar umumnnya dan strategi belajar nengajar khususnya (Muhaimin dkk, 1998:3).
Di dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, khususnya mata pelajaran Al-Qur’an Hadits seorang pendidik dituntut untuk rnenggunakan metode dalarn menyampaikan mata pelajaran yang akan disajikan agar siswa merasa  tertarik dengan mata pelajaran tersebut. Dan setiap penggunaan metode sangatlah mcrnbantu pendidik untuk rnempermudah tugasnya dalam menyampaikan mata pelajaran Al-Qur’an Hadits.
Sebagian besar kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Al-Qur-an Hadits selama ini terkesan monoton yang akan menimbulkan tingkat kebosanan bagi siswa dan berimbas pada hasil belajar siswa yang kurang maksirnal. Ini  dikarenakan kurang keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan. Out put dan lembaga pendidikan yang masih tergolong rendah saat ini salah satunya adalah akibat dan kurangnya motivasi siswa untuk belajar yang dikarenakan kurang efektilnya netode pembelajaran yang digunakan. Adapun salah satu usaha untuk menciptakan kondisi yang efektif dan kondusif adaiah dengan adanya kreativitas dan guru dalam mernilih dan menentukan .uatu metode pembelajaran.
Dalam upaya menignkatkan kegiatan belajar mengajar yang efektif seorang guru di samping menguasai metode yang digunakan juga harus bisa menguasai teknik pengelolaan kelas, penguasaan materi pembelajaran, penguasaan media pembelajaran dan beberapa aspek yang dapat menunjang tercapainya kegiatan pembelajaran yang efektif dan kondusif.
Adapun upaya untuk dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa serta terciptanya kualitas pembelajaran yang lebih baik dari siswa, maka perlu diupayakan pengembangan metode pembelajaran dengan memperhatikan tingkat keaktifan dan kreativitas siswa. Dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits selain menjadikan lebih menarik, perlu juga diperhatikan beberapa aspek seperti bagaimana metode yang digunakan dapat menjadikan siswa lebih aktif kreatif efektif dan prestasinya dalam kegiatan pembelajaran lebih baik.
Dari apa yang telah dipaparkan tersebut maka dalam upaya mencapai kegiatan pembelajaran yang Iebih baik, perlu sekiranya memperhatikan aspek-aspek yang dapat menjadikan kegiatan pembelajaran yang dilakukan lebih menarik bagi siswa, meningkatkan kreativitas siswa, dan dapat memberikan hasil belajar siswa lebih baik. Hal ini tentunya dengan penggunaan metode yang bisa menjembatani tujuan yang ingin dicapai tersebut. Terkait dengan hal itu, maka peneliti ingin melakukan penelitian lebih lanjut tentang “PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING DALAM MENINGKATKAN KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII-A MTs NEGERI JABUNG TALUN BLITAR PADA MATERI AL-QUR’AN HADITS
Salah satu metode yang peneliti gunakan yaitu metode Cooperative Learning atau yang lebih dikenal dengan metode gotong royong. Penggunaan metode ini sangat membantu siswa untuk meningkatkan minat belajarnya dalam mempelajani mata pelajaran Al-Qur’an Hadits serta menanamkan sikap gotong royong dalam kehidupan mereka.
Metode Cooperative Learning ini dapat dikatakan hampir sama dengan metode kelompok, namun dalam aplikasi pengelompokannya tidak ada pengklasifikasian  antara siswa yang pandai dan yang kurang mampu, karena hal tersebut akan menimbulkan suasana persaingan dan pengisolasian siswa. Siswa yang lebih pintar akan lebih mendominasi kelas, sedangkan siswa yang kurang mampu akan  merasa terkucilkan atau terisolasi dari teman-temannya yang pintar, suasana seperti ini dirasa sangat tidak efektif dalarn proses belajar menga jar dengan metode cooperative learning. (Anita Lie: 27)
Alasan penting penggunaan metode Cooperative Learning yaitu untuk lebih menyiapkan siswa dengan keterampilan-keterampilan baru untuk bisa berpartisipasi dalam dunia yang berubah dan berkembang pesat.
Untuk menarik minat belajar siswa dalam membangun pribadi yang bergotong royong, maka metode Cooperative Learning sangat mendukung siswa agar dapat mengerjakan tugas dan guru dengan pasangan kelompoknya yang mana masing-masing anggota mempunyai rasa tanggung jawab yang diberikan oleh guru. Dan dengan penerapan metode ini diharapkan dapat memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa khususnya dalam meningkatkan kemampuan dan sikap gotong royong siswa.
B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian tentang metode Cooperative Learning tersebut, penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut:
1.   Mengetahui apakah dengan penerapan metode Coorperative Learning dapat nieningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas VIII-A Negeni Jabung Talun Blitar pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits.
2.   Mengetahui bagaimana penerapan metode Coopertive Learning dalam rneningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-A MTs Negeri Jabung Talun Blitar pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits
C.  Tujuan Penelitian
Berdasarkan beberpa permasalahan tersebut, maka tujuan dan nenelitian yang dilakukan ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui apakah dengan penerapan metode Cooperative Learning dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa VIII-A MTs Negeri Jabung Talun Blitar pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits.
2.   Mengetahui bagaimana penerapan metode Cooperative Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa VIII-AMTs Negeri Jabung Talun Blitar pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits.
D.  Hipotesis Tindakan
Metode Cooperative Learning ini menjelaskan tentang bentuk kerjasama dalam kegiatan belajar antara siswa yang satu dengan yang lainnya dalam satu kelas untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran. Apabila metode ini diterapkan dalam proses belajar mengajar di kelas, maka setiap siswa akan lebih mudah dalam belaJar dan menyelesaikan tugas yang diberikan oleb guru serta mempermudah komunikasi dan interaksi antar sesama siswa. Oleh  karena itu dengan diterapkannya metode Cooperative Learning ini,  siswa juga akan merasa lebih senang dan tidak merasa bosan dengan materi pelajaran yang akan mereka pelajari.
E.  Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini ada beberapa manfaat yang dapat diambil, antara lain:
1. Lembaga
a.   Masukan terhadap sekolah untuk dijadikan pertimbangan dalam penggunaan metode untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar dapat berjalan efektif.
b.   Membantu sekolah dalam pelaksanaan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar yang lebib baik.
2. Guru
a. meemberikan wacana dalam pemilihan metode untuk menngkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
b.  Memberikan alternatif bagi guru datam menilai tingkat keaktifan dan kreativitas siswa dalam proses belajar mengajar.
3. Siswa
a.   Membantu memudahkan siswa dalam memahami dan penguasaan terhadap materi pelajaran Al-Qur’an Haddits.
b.   Menumbuhkan semangat belajar siswa agar memberikan hasil belajar yang lebib baik dengan ikut berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran.
4. Peneliti
a    Memberikan wacana tentang ilmu pengetahuan dalam pemilihan metode pernbelajaran yang efektifdan efisien.
b.   Motivasi untuk lebih banyak belajar dalam mengetahui materi Al-Qur’an Hadits dan wawasan di dalam dunia pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar